Selendang bersulam sutra, biduri lembayung jingga…
Saksi mati tuk bersaksi, gelimang pesona diri…
Belia usia dulu, ruap cinta tlah menggebu…
Samar kulihat dunia…tak sadar semua fana…
Sekilas lihatlah mega, anugerah tiada tara…
Ini tak adil untukku, halimun hitam merasuk…
Ceracau getir ibunda, gemertak sengap hatinya…
Firasat tak penah salah…Hanya kuberbuat… Ulah….
Semerbak dupa iringi kumelangkah..
Cungkupku hanya tanah…
Bilur hati merambah…
Akan datangkah bagiku…Kesempatan…
Bila tak ada titian…
Diri yang rupawan…
Bila tak ada titian…Jalan yang….Rupawan…
“Duh, teungteuingeun…tuntung lengkah…geuning…bet peurih…”